Get it on Google Play

Majalengka Terancam Rawan Pangan

MAJALENGKA, (KC Online).-

Areal pertanian di Kabupaten Majalengka terancam punah, seiring dengan pesatnya beragam pembangunan dan berdirinya pemukiman penduduk. Akibatnya diprediksi Kabupaten Majalengka termasuk daerah lainnya di Provinsi Jawa Barat terancam rawan pangan pada beberapa puluh tahun mendatang.

Hal itu diungkapkan anggota Komisi II DPRD Provinsi Jawa Barat yang membidangi masalah pertanian, H Pepep Saeful Hidayat saat menggelar reses di Desa Lame Kecamatan Leuwimunding Kabupaten Majalengka, Selasa (13/12/2016).

Menurut dia, guna mengantisipasi hal itu diperlukan pola intensifikasi, ektensifikasi dan diversitifikasi. “Kalau intensifikasi pertanian itu suatu usaha meningkatkan hasil pertanian dengan cara mengoptimalkan lahan yang sudah ada, agar hasil pertanian lebih banyak lagi, misalnya penambahaan pupuk, pemilihan bibit unggul, saluran air, irigasi, pemberantasan hama dengan baik dan lain sebagainya,” kata mantan anggota DPRD Kabupaten Majalengka tiga periode ini.

Sedangkan ekstensifikasi pertanian adalah upaya meningkatkan hasil pertanian dengan cara memeperluas lahan pertanian yang sebelumnya dimanfaatkan sebagai lahan pertanian. “Kalau diversifikasi adalah penganekaragaman komoditi pertanian. Jadi ketiga hal itu penting untuk dilakukan guna mengantisipasi beragam kemungkinkan yang bakal terjadi,” ujar anggota Badan Anggaran DPRD Provinsi Jawa Barat ini.

Selain itu, lanjut mantan Ketua DPC PPP Kabupaten Majalengka, Pemerintah Provinsi Jawa Barat bersama Komisi II DPRD Jabar yang membidangi masalah pertanian, perkebunan dan perikanan cukup intens melakukan upaya mencegah terjadinya kerawanan pangan, melalui pemanfaatan teknologi tepat guna dan teknologi pertanian.

“Kami saat ini sangat konsentrasi dalam mendorong keberhasilan pertanian di Jawa Barat, di mana saat ini ada sekitar 33 triliun dana yang dimiliki Pemprov Jabar yang bisa digunakan meningkatkan kesejahtraan di bidang pertanian,” kata Pepep.

Masih dijelaskan Pepep, program peningkatan kesejahtraan masyarakat pada dasarnya cukup banyak, namun sayang informasi itu tidak sampai ke telinga masyarakat, sehingga banyak masyarakat yang kesulitan mendapatkan informasi dalam pemanfaatan anggaran pertanian tersebut.

“Saya berharap reses ini dapat memberikan manfaat sekaligus dasar mengeluarkan regulasi guna mendorong kebijakan pemerintah menyalurkan programnya secara tepat sasaran,” tuturnya.

Bisa dimanfaatkan

Dikatakan Pepep, saat ini banyak sekali program bantuan di bidang pertanian, terutama teknologi alat pertanian yang bisa dimanfaatkan kelompok tani, seperti bantuan traktor, mesin pompa air, mesin dompleng bagi nelayan dan sebagainya. Tapi sayang banyak petani yang tidak mengetahui tentang program pemerintah tersebut.

“Saya siap membantu para kelompok tani di Majalengka yang memiliki keseriusan dalam meningkatkan hasil produksi pertanian, melalui pemanfaatan teknologi pertanian itu sendiri,” tuturnya.

Dia berharap, masyarakat tidak perlu ragu dan malu meminta bantuan pemerintah, karena pada dasarnya dana yang dimiliki pemerintah sumber dari rakyat dan harus digunakan untuk kepentingan rakyat juga.

Ketua DPC PPP Kabupaten Majalengka, Ali Imron yang hadir pada kesempatan itu, partainya sangat terbuka bagi masyarakat Majalengka, termasuk petani yang ingin maju dan sejahtera,dengan memanfaatkan teknologi pertanian yang disediakan Pemprov Jabar.

“Bantuan ini sifatnya bukan pribadi, melainkan kelompok, maka dari itu meminta para petani di Majalengka bisa membentuk kelompok tani yang solid dan konsisten. PPP Majalengka siap menjembatani kebutuhan para petani Majalengka untuk mendapatkan bantuan tersebut,” bebernya.(Jejep)

loading…

Disclaimer: gambar, artikel ataupun video yang ada di web ini menjadi tanggungjawab sumber.
loading...