Get it on Google Play

Wisatawan yang Cerdas Perlu Bandara yang Cerdas

ArenaLTE.comSmart city mendapat banyak sorotan, namun bagaimana dengan smart airport atau yang biasa disebut ‘aerotropolis’? Bandara mirip dengan sebuah kota yang padat, yang terdiri dari banyak perusahaan, mulai dari pemegang konsesi bandara, toko-toko ritel, berbagai perusahaan maskapai penerbangan, perusahaan jasa, instansi-instansi pemerintah (yang mengontrol lalu lintas udara, bea cukai dan perbatasan), serta perusahaan-perusahaan keamanan publik.

Jutaan penumpang melewati tempat-tempat tersebut setiap tahunnya, dan puluhan ribu karyawan dibutuhkan agar bandara-bandara besar dapat berfungsi. Kita menginginkan bandara-bandara agar lebih cerdas, lebih nyaman, lebih mudah dinavigasi dan tetap aman.
 
Masa2 Lebaran biasanya merupakan masa yang sangat krusial bagi pengurus bandara di Indonesia. Di lebaran 2017 lalu, diperkirakan jumlah penumpang pesawat di seluruh bandara PT Angkasa Pura II, mencapai 6.9 juta orang atau meningkat sekitar 4% dari masa lebaran di 2016.
 
Bandara-bandara yang ingin berkembang lebih maju di tahun-tahun mendatang perlu untuk mengatasi dinamika pendorong pasar sebagai berikut: pertumbuhan penumpang, tekanan persaingan, menarik vendor-vendor yang penumpang inginkan, menyediakan layanan yang meningkatkan keterlibatan dan kepuasan penumpang, dan tentu saja keamanan bandara. Agar dapat berhasil dari segi bisnis, bandara harus berfokus pada tiga hal utama: meningkatkan pengalaman penumpang, meningkatkan efisiensi operasional dan meningkatkan kesuksesan finansial.
 
Sama halnya dengan smart cities, bandara di masa mendatang juga perlu untuk sepenuhnya memanfaatkan kekuatan teknologi-teknologi baru, termasuk teknologi sensor, prosesor, aplikasi mobile dan analitik perilaku.

Kuncinya terletak pada proses integrasi yang menyeluruh antara perusahaan maskapai penerbangan, toko-toko ritel, restoran, fasilitas parkir, serta dengan wilayah-wilayah perkotaan di sekitar bandara, otoritas transportasi dan perusahaan-perusahaan lokal. Dan potensi penghasilan dari layanan nonaeronautika ini akan memiliki peran yang semakin penting untuk meningkatkan keuntungan di industri penerbangan.

nokia-networks-bandara-cerdas-Nokia-Indonesia-1

Jaringan Silo Tidak Relevan Lagi, Sebaliknya Jaringan Terkonvergensi Sedang Naik Daun

Sistem komunikasi akan memiliki peran penting dalam memenuhi kebutuhan bisnis bandara. Sampai saat ini, operator bandara biasanya menerapkan beberapa jaringan terpisah di waktu yang berbeda, serta proyek-proyek infrastruktur berbeda yang dibiayai anggaran yang terisolasi. Hasilnya adalah sejumlah besar jaringan silo yang dikembangkan dengan teknologi-teknologi yang berbeda dan dikelola oleh manajer jaringan yang berlainan.

Akibatnya, infrastruktur jaringan yang ada tidak efisien secara operasional, dan tidak ada yang dapat diukur secara efektif maupun menghadirkan tinjauan menyeluruh tentang kondisi bandara. Anda bisa menebak apa akibatnya terhadap pemenuhan kebutuhan bandara, belum lagi terhadap keunggulan operasional. Oleh karena itu, tantangannya jelas: guna mempersiapkan infrastruktur bandara untuk menunjang pertumbuhan, transformasi menuju strategi jaringan terkonvergensi menjadi tujuan utama.
 
Agar bandara menjadi lebih cerdas, terhubung dan mampu menghadapi kemajuan zaman, landasan sistem komunikasi yang tepat harus diterapkan. Landasan ini bersifat mission critical dan mencakup jaringan nirkabel dan campus yang terkonvergensi yang memiliki kemampuan IoT dan aman dalam hal cyber.
 
Seluruh bandara di Indonesia didorong untuk beralih dari system konvensional ke sistem pelayanan digital untuk lebih meningkatkan pelayanan, keamanan dan keselamatan. Implementasi digital airport akan meningkatkan pelayanan publik dan akan menjadi contoh bandara-bandara yang lain di Indonesia.
 
Bandara dan industri-industri lain yang sedang mencari solusi jaringan yang terkonvergensi memiliki banyak kasus terbukti untuk dikembangkan. Misalnya, solusi-solusi terkonvergensi Nokia di bidang LTE untuk critical communication, Internet Protocol/Multi-Protocol Label Switching (IP/MPLS), Passive Optical LANKeamanan dan Internet of Things, yang seluruhnya berfungsi sebagai tolak ukur yang dapat mengatasi kebutuhan bisnis dan memastikan landasan sistem komunikasi yang mampu menunjang ‘aerotropolis’ yang cerdas dan terhubung di masa yang akan datang.

nokia-networks-Robert-Cattanach-President-Director-Nokia-Indonesia-1

Artikel kolom ini ditulis oleh Robert Cattanach, President Director Nokia Indonesia

Kunjungi situs kami untuk mempelajari lebih lanjut tentang berbagai solusi Nokia Aviation dan Smart City.
Bagikan pemikiran Anda tentang topik ini dengan membalasnya di bawah ini, atau ikuti diskusi Twitter dengan @nokianetworks menggunakan tagar #LTE #smartcities #convergednetworks.

Disclaimer: gambar, artikel ataupun video yang ada di web ini menjadi tanggungjawab sumber.
loading...