Get it on Google Play

Mustofa Mengaku tak Ada Komunikasi Koalisi dengan NasDem



Ketua DPC PDIP Kabupaten Cirebon, Mustofa/KC Online.*

SUMBER, (KC Online).-

Ketersinggungan Partai NasDem saat mendaftarkan pasangan Sunjaya-Imron ke KPU Kabupaten Cirebon, hingga meninggalkan PDIP dan bergabung dengan PKB, diakui Ketua DPC PDIP Kabupaten Cirebon, H Mustofa bukan kesalahan pihaknya.

Sebab, kata dia, selama ini pihaknya tidak ada komunikasi koalisi antara PDIP dengan Partai NasDem untuk mengusung pasangan yang berjagon “Jaya Jadi” ini. Bahkan ia juga mengaku, tidak tahu menahu, jika NasDem masuk dalam koalisi partainya.

“Saya tidak tahu menahu soal NasDem masuk koalisi. Sebab dari awal tidak ada komunikasi ingin membangun koalisi. Jadi saya tidak tahu bangunan awal komunikasinya seperti apa,” kata Mustofa, Kamis (11/1/2018).

Dengan datangnya Partai NasDem saat ikut dalam pendaftaran di KPU Kabupaten Cirebon, Mustofa mengaku tidak paham kenapa partai besutan Suryo Paloh ini ikut mengantar.

Sebab, katanya, pada saat pendaftaran pun, hanya menyerahkan berkas dari PDIP saja. “Ya saya pikir hanya bentuk kepedulian NasDem saja ikut mengantar pada saat pendaftaran,” ujar Mustofa.

Ia melanjutkan, dirinya hanya mengetahui Partai NasDem ikut mengantar setelah pihaknya menggelar upacara peringatan HUT PDIP ke-45 di Sekretariat DPC PDIP Kabupaten Cirebon dan melakukan penyambutan bakal calon. “Yang saya tahu usai upacara kami kan melakukan penyambutan bakal calon. Pada saat datang ke DPC, NasDem sudah ada,” katanya.

Mustofa pun tidak mau ambil pusing atas mundurnya NasDem dari partainya yang tak lain, atas ketersinggungan karena saat pendaftaran NasDem diberikan porsi sebagai partai pendukung, bukan pengusung.

”Terserah masyarakat mau menerjemahkan seperti apa. Intinya tidak ada komunikasi koalisi dengan kami, dan yang jelas kami bisa mengusung sendiri karena memenuhi syarat dukungan,” ujar Mustofa.

Menanggapi hal itu, Ketua DPD Partai NasDem Kabupaten Cirebon, Agus Supriyadi mengaku, jauh-jauh hari pihaknya sudah ada komunikasi dengan bakal calon yang diusung PDIP, Sunjaya Purwadisastra. “Saya sudah komunikasi dan kabarnya NasDem bisa menjadi partai pengusung. Namun sebaliknya, kami justru ditempatkan sebagai partai pendukung,” kata Agus.

Sebab itulah, pihaknya mengambil sikap tegas, yakni keluar dari koalisi dan menyatakan mengusung pasangan Mohamad Luthfi-Nurul Qomar atas instruksi DPP partainya.

“Instruksi DPP NasDem kami diarahkan untuk ke PKB mengusung Luthfi-Qomar. Kita laksanakan amanat itu, sehingga semalam (kemarin malam, Red) terjadi pendaftaran di menit terakhir,” kata Agus.

Jika alasannya tidak tahu menahu dan tanpa adanya komunikasi soal koalisi PDIP-NasDem, kata Agus, sebelum mendaftarpun, sebenarnya sudah melakukan deklarasi bersama untuk mengusung pasangan Sunjaya-Imron sebagai bakal calon bupati dan wakil bupati Cirebon.(Ismail)

Sumber : KabarCirebon

Disclaimer: gambar, artikel ataupun video yang ada di web ini menjadi tanggungjawab sumber.
loading...