Get it on Google Play

Melalui Mulut La Nyalla, Praktik Politik Uang di Tubuh Partai Gerindra Terbongkar



Kabar heboh mengenai politik uang di dalam Partai Gerindra bermula kemarin. Pasalnya, salah seorang kader partai tersebut membongkar syarat uang yang diterapkan Gerindra untuk mengeluarkan rekomendasi di Pilgub Jawa Timur 2018.

Adalah La Nyalla Mattalitti, mantan Ketua Umum PSSI dan Bakal Calon Gubernur Jatim yang membongkarnya dalam konferensi pers di Restoran Mbok Berek, Jl Prof Dr Soepomo, Tebet, Jakarta Selatan, Kamis (11/1/2018).

Ia menegaskan bahwa Partai Gerindra meminta uang sebelum mengeluarkan rekomendasi untuknya di Pilgub Jatim 2018. Tak tanggung-tanggung jumlahnya mencapai 48 miliar.

Bahkan Ketua DPD Partai Gerindra Jawa Timur memintanya 170 M agar mendapatkan restu dari Prabowo Subiyanto.

00:00:00/00:00:00

Namun, karena dirinya tak memiliki uang sebanyak itu, maka Ia pun gagal dicalonkan. La Nyalla merasa diperas sebelum mendapatkan rekomendasi. Pasalnya Ia telah mengeluarkan 5,9 M yang telah dikirim ke Hambalang (kediaman Prabowo).

Dengan pengakuan La Nyalla tersebut, saat ini publik tahu bahwa terdapat praktik politik kotor dalam partai pimpinan Prabowo Subiyanto itu.

Seharusnya pernyataan La Nyalla di atas bisa ditelusuri dan diusut oleh Satgas Anti Politik Uang Polri. Mengingat Satgas tersebut telah dibentuk oleh Kapolri beberapa hari lalu.

Publik tentu berharap melalui pernyataan La Nyalla tersebut dapat dijadikan pintu masuk oleh Satgas Anti Politik Uang. Tujuannya agar kasus politik uang di balik Pilkada serentak 2018 bisa terbongkar semuanya.

Bagaimana pun kasus uang mahar ini merupakan bagian dari politik uang di Pilkada. Kasus uang mahar inilah yang membuat Pilkada menjadi tidak berkualitas. Karena membuat proses demokrasi itu hanya seperti transaksi jual-beli belaka.

Karena sudah terbebani biaya ‘mahar’ yang sangat besar itu yang kemudian menjerat para calon kepala daerah akan semakin pragmatis dan oportunis ke depannya. Faktor tersebut yang berdampak pada suburnya budaya korupsi diantara para pemimpin daerah.

Mari kita perangi praktik politik uang seperti di atas dengan meninggalkan partai yang melakukannya. Kita cinta tanah air, Kita cinta Indonesia.

sumber : kumparan.com

Disclaimer: gambar, artikel ataupun video yang ada di web ini menjadi tanggungjawab sumber.
loading...