All for Joomla All for Webmasters
Tips

Apa Itu Kolonoskopi?

Apa Itu Kolonoskopi?

Kolonoskopi atau dalam bahasa Inggris disebut dengan colonoscopy adalah pemeriksaan khusus yang dilakukan untuk mendeteksi adanya kelainan pada usus besar sumber : blogdokter.net


tips pasutri

Kolonoskopi atau dalam bahasa Inggris disebut dengan colonoscopy adalah pemeriksaan khusus yang dilakukan untuk mendeteksi adanya kelainan pada usus besar (colon) dan rektum.

Baca juga: Kolitis si Radang Usus Besar

Prosedur kolonoskopi adalah dengan memasukan pipa khusus yang panjang dan fleksibel ke dalam rektum (dubur). Pada ujung pipa terdapat kamera yang terhubung dengan layar televisi sehingga dokter bisa mengamati rongga usus besar melalui layar televisi.

Selain sekedar melihat kelainan, tindakan kolonoskopi juga bisa dilakukan untuk mengambil jaringan abnormal yang terdapat pada usus besar, misalnya bila ditemukan adanya polip usus besar. Selain itu, kolonoskopi juga bisa mengambil sebagian jaringan untuk dilakukan pemeriksaan biopsi.

Mengapa dokter melakukan kolonoskopi?

Tindakan kolonoskopi dilakukan oleh seorang dokter bertujuan untuk:

  • Menyelidiki adanya gangguan pada usus besar. Kolonoskopi merupakan pemeriksaan lanjutkan pada pasien dengan nyeri perut, perdarahan saat buang air besar, sembelit kronis, diare kronis dan masalah pencernaan lainnya.
  • Kolonoskopi merupakan tindakan untuk deteksi dini kanker usus besar. Mereka yang berusia diatas 50 tahun dan mereka yang memiliki risiko terkena kanker usus besar, wajib dilakukan pemeriksaan kolonoskopi setiap 10 tahun sekali.
  • Kolonoskopi membantu dokter memeriksa adanya polip pada usus besar, terutama pada mereka yang memiliki riwayat polip sebelumnya. Pengangkatan polip merupakan salah satu cara menurunkan risiko kanker usus besar.

Apa risiko tindakan kolonoskopi?

Meskipun tergolong tindakan medis yang aman, ada beberapa komplikasi yang bisa terjadi pada tindakan kolonoskopi. Komplikasi tersebut antara lain:

  • Perdarahan pada lokasi biopsi di dalam usus besar.
  • Melarnya dinding usus besar yang bisa menyebabkan terjadi robekan pada dinding usus besar.

Namun saat ini, risiko tindakan kolonoskopi sangat jarang terjadi.

Apa yang perlu dipersiapkan?

Sebelum dilakukan tindakan kolonoskopi, rongga usus besar harus dikosongkan terlebih dahulu. Untuk mengosongkan rongga usus besar, dokter akan menyarankan:

  • Mengonsumsi makanan khusus sehari sebelum dilakukan pemeriksaan. Pasien tidak diperbolehkan mengonsumsi makanan padat sehari sebelum dilakukan pemeriksaan. Minuman yang dianjurkan dikonsumsi adalah minuman yang tidak terlalu banyak mengandung zat tambahan. Pasien dilarang minum minuman yang berwarna merah karena dapat mengaburkan penampakan darah pada dinding usus besar.
  • Minum pencahar. Pasien diharuskan minum obat pencahar pada malam hari sebelum dilakukan tindakan kolonoskopi.
  • Pengaturan konsumsi obat obatan. Pasien wajib memberitahu dokter bila sebelum dilakukan pemeriksaan kolonoskopi sedang mengonsumsi obat obatan tertentu misalnya obat anti diabetes, hipertensi dan lain lain. Obat obatan seperti ini perlu diatur konsumsinya saat tindakan kolonoskopi.

Saat dilakukan pemeriksaan kolonoskopi, pasien hanya mengenakan pakaian operasi khusus dan diberikan obat penenang dan pereda rasa sakit. Kadang obat penenang juga diberikan melalui infus untuk mencegah terjadinya ketidaknyamanan.

Pemeriksaan dimulai dengan terlebih dahulu meminta pasien untuk tidur menyamping pada tempat tidur tindakan. Kedua kaki ditekuk kemudian dipeluk dengan kedua tangan. Selanjutnya dokter akan memasukan pipa kolonoskop ke dalam dubur dan mulai mengamati rongga usus besar.

Tindakan kolonoskopi sendiri umumnya berlangsung sekitar 20 menit sampai satu jam.

Setelah dilakukan tindakan kolonoskopi, pasien bisa langsung pulang setelah efek dari obat obatan penenang yang diberikan sudah hilang.

Untuk tindakan pengangkatan polip, dokter akan menyarankan diet khusus sementara selama proses penyembuhan luka bekas pengangkatan polip.

Komplikasi setelah tindakan yang bisa dirasakan pasien antara lain perut kembung, sering buang angin dan keluarnya darah pada dubur. Komplikasi ini umumnya bukan merupakan sesuatu yang serius. Namun dokter menyarankan untuk kontrol kembali bila darah terus keluar melalui dubur dan pasien mengalami demam.

Baca juga: Tanda Dan Gejala Usus Buntu

Apa hasil dari kolonoskopi?

Hasil negatif

Kolonoskopi disebut negatif bila dokter tidak menemukan adanya kelainan pada pemeriksaan kolonoskopi.

Hasil positif

Kolonoskopi dikatakan positif bila dokter menemukan adanya jaringan abnormal pada rongga usus besar termasuk adanya polip.

fiforlif kolesterol

Terima kasih telah membaca tulisan diatas. Bila berkenan, Anda bisa membantu pengembangan blog ini dengan klik tombol di bawah ini:

loading…

sumber : blogdokter.net

Most Popular

To Top