All for Joomla All for Webmasters
Otomotif

Reinkarnasi AE 86 Initial D dalam sebuah GT 86?


Portal Otomotif – Siapa tidak tahu AE-86? Mobil ini cukup fenomenal sejak kemunculan manga-nya pada tahun 1995. Kisah Initial D sendiri menceritakan tukang tahu, Bunta Fujiwara, mantan pembalap yang bertahan hidup dengan membuka sebuah toko tahu.

Suatu ketika Bunta menyuruh anaknya untuk melakukan rutinitas yang biasanya ia lakukan, yakni mengantarkan tahu ke sebuah hotel di gunung Akina. Sontak anak Bunta, Takumi Fujiwara, tidak dapat menolak dan langsung belajar mengemudi otodidak, tanpa arahan dari Bunta.

Karena AE-86 atau Toyota Corolla Sprinter Trueno kepunyaan Bunta sudah spek balap dengan setting suspensi dan weight balance yang sempurna, cara mengemudi Takumi pun dipengaruhi dari mobil ini. Secara tidak langsung cara mengemudi Takumi menggunakan teknik drifting dan saking berbakatnya, boks tahu yang ada di belakang mobilnya pun tidak hancur, pun juga dengan gelas berisi air yang digunakan sebagai parameter agar tidak tumpah.

Kira – kira itulah kisah AE-86 yang ada di film Initial D, saking fenomenalnya sejak kemunculan film terebut, harga AE-86 melonjak drastis menjadi collector’s item. Padahal AE-86 bukanlah mobil yang enak, memang kencang apalagi versi Sprinter Trueno, tapi bodinya sangat tidak stabil, membuatnya nge-drift adalah suatu hal yang sulit. Rasio bobot yang lebih berat di depan dengan proporsi 58/42 membuat mobil ini kerap understeer, selain itu salah reaksi gas juga dapat membuat oversteer dan memicu kecelakaan.

Maka dari itulah GT 86 dibuat dengan perhitungan bobot mendekati sempurna 53/47, seraya ingin mengulang sukses AE-86 versi Bunta dengan memberikan spek standarnya sebuah mobil yang memiliki keseimbangan luar biasa serta center of gravity yang rendah dengan mesin boxer-nya.

Lalu bagaimana apabila GT 86 dipermak menjadi AE-86 seperti dalam film Initial D? Dengan pelek Enkei berwarna hitam, stiker Fujiwara Tofu Shop dalam bahasa Jepang dan kombinasi warna hitam-putih, aksen kuning foglamp, serta kap mesin hitam mobil ini tampak seperti pendahulunya.

By the way, jika kalian tahu pada film Initial D dikisahkan kap mesin hitam adalah ciri dari perubahan mesin standar 4A-GE 16-valve menjadi 4A-GE dengan 20-valve kepunya AE-101, sama – sama 1.600 cc namun dengan teknologi baru dan 5 katup per silinder serta tenaga yang baru mencuat setelah 11.500 rpm, mesin ini dianggap sangat buas.

GT 86 yang kami ceritakan ini sebenarnya mudah saja dibuat, apabila berminat beli saja bekasnya dan di modifikasi seperti di gambar. Kalau di Eropa sana sih harga bekasnya sekitar 255 juta Rupiah, kalau disini sepertinya tidak dapat. Daripada mupeng lebih baik cukupkan diri dengan melihat video diatas saja ya.

Bagaimana pendapat kalian soal GT 86 ini? Rasanya agar lebih sempurna ada baiknya plat nomor diganti menjadi spek Jepang dan boks tahunya dibuat mirip seperti di film ya. Satu hal lagi, menurut subjektifitas kami kok janggal ya GT 86 tanpa spoiler belakang, apakah kalian juga berpikir seperti itu? Sampaikan di kolom komentar ya!

Read Prev:

To Top