Politik

3 Prioritas Anies-Sandi Dalam Penggunaan APBD 2018



Rapat Paripurna DPRD DKI Jakarta

Rapat Paripurna DPRD DKI Jakarta. (Foto: Nabilla Fatiara/kumparan)

Pembahasan rancangan peraturan daerah (Raperda) tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2018 menghasilkan 3 fokus utama. Ketiganya adalah lapangan pekerjaan, pendidikan berkualitas dan biaya hidup terjangkau bagi warga DKI Jakarta.

Tiga fokus utama tersebut disampaikan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan saat menyampaikan jawaban atas atas pandangan umum fraksi-fraksi DPRD DKI terkait Raperda tentang APBD DKI Tahun Anggaran 2018.

“Jadi rancangan anggaran, kami sudah mencerminkan prioritas yang sudah kami gariskan, yaitu lapangan kerja, pendidikan berkualitas dan biaya hidup terjangkau dan yang sehari-hari dibutuhkan oleh warga Jakarta,” kata Anies di Ruang Rapat Paripurna DPRD DKI Jakarta, Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Senin (20/11).

Untuk menyediakan lapangan pekerjaan, Anies-Sandi memiliki program OK OCE dengan menyiapkan 200 ribu wirausaha baru di Jakarta. Selain itu, akan dibangun 44 pos pengembangan kewirausahaan di setiap kecamatan dalam kurun waktu 5 tahun mendatang.

Pemprov DKI juga akan melakukan peningkatan mutu dan akses pendidikan dengan memberikan sejumlah bantuan kepada pengajar Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) beserta murid-muridnya.

“Terkait dengan penyelenggaraan PAUD, dapat saya jelaskan bahwa Tahun Anggaran 2018, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menginisiasi pemberian bantuan dalam bentuk tambahan penghasilan guru PAUD, pemberian makanan tambahan untuk murid PAUD pada 20 lokasi kelurahan penataan kampung terpadu, dan melengkapi bantuan alat peraga edukatif yang selama ini telah diberikan,” kata Anies saat memberikan pemaparan.

Salah satu program dalam pengembangan PAUD adalah memberikan makanan sehat bagi siswa PAUD di sejumlah wilayah di Jakarta, agar mereka bisa mendapatkan asupan makanan yang sehat.

“Program (makanan sehat) ini harus dimulai dari wilayah tertentu yang terpilih, lalu melebar ke wilayah lain. Bertahap kita lakukannya, dan kita akan mulai justru dari daerah-daerah yang secara ekonomi berada di bawah kesejahteraan,” lanjut Anies.

Anies-Sandi menuju Halte Busway Dukuh Atas

Anies-Sandi menuju Halte Busway Dukuh Atas (Foto: Fanny Kusumawardhani/kumparan)

Pemprov DKI juga akan fokus untuk menerapkan biaya hidup terjangkau bagi seluruh warga DKI. Beberapa program dirancang dalam APBD tahun 2018, agar dapat memastikan pasokan kebutuhan kebutuhan pokok berjalan dengan baik dari segala aspek.

Salah satu program untuk mewujudkan biaya transportasi murah adalah dengan program OK Otrip, yaitu mengintegrasikan moda transportasi dengan tarif Rp 5.000 untuk sekali perjalanan.

“Biaya hidup bukan saja kebutuhan pangan, papan dan sandang. Di Jakarta ada juga transportasi. Di samping itu, program ini dimaksudkan pula untuk meningkatkan aksesibilitas dan afordabilitas masyarakat terhadap layanan angkutan umum,” lanjut Anies.

Seluruh pertanyaan dan komentar yang diajukan oleh fraksi-fraksi sudah dijawab oleh Anies dalam pemaparannya. Anies pun menekankan, pemaparan APBD tahun 2018 sudah mencerminkan prioritas yang dibutuhkan sehari-hari oleh warga DKI Jakarta.

“Kami percaya dewan memproses ini dengan efisien dan efektif, sehingga kita bisa mencapai kesepakatan dengan cepat dan insya Allah langsung bisa eksekusi,” tutup Anies.

sumber : kumparan.com

loading…


Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

To Top
TERHANGAT