All for Joomla All for Webmasters
Berita

Polres Kota Gelar Simulasi Pilkada 2018


Kota Cirebon (89,2 CR) – Polres Cirebon Kota dibantu Brimob Datasemen C, dan TNI menggelar simulasi pengamanan Pilkada 2018 di depan Balai Kota Cirebon, Senin (11/12/17). Simulasi guna mengantisipasi hal – hal yang tidak diinginkan selama pelaksanaan Pilkada di Kota Cirebon, dari mulai tahap penetapan pasangan sampai pelantikan Wali Kota terpilih. 

Simulasi yang diikuti hampir seribu anggota TNI, Polri dan masyarakat ini berlangsung cukup tegang, simulasi saat patroli, pengamanan kampanye, pengamanan pasangan Wali Kota terpilih hingga terjadi kerusuhan seolah – olah dilakukan dengan serius. Antraksi berjalan dengan lancar tanpa kendala yang terjadi. 

Kapolres Cirebon Kota AKBP Adi Vivid Agustiadi Bachtiar menjelaskan, dalam patroli tersebut dilakukan enam skenario antara lain, patroli skala besar, pengamanan masa kampanye, pencoblosan, mengamankan kotak suara dan patroli skala besar. 

” Simulasi ini dibagi menjadi enam skenario, setiap skenario melibatkan anggota TNI dan Polri, ” ungkapnya kepada awak media.

Dari simulasi ini Kota Cirebon dalam Pilkada 2018 dibagi menjadi tiga zona yakni, zona hijau, zona kuning sampai zona merah. Setiap zona memiliki tingkat keamanan yang berbeda – beda dan personil yang diterjunkan sesuai dengan situasi dan kondisi. Namun jika zona merah maka Kota Cirebon akan ditutup dan seluruh personil TNI, Polri mengamankan obyek vital yang ada di Kota Cirebon. 

” Saat sudah masuk zona merah maka Kota Cirebon ditutup, baik yang datang dan yang keluar, yang datang dikhawatirkan memprovokasi, yang keluar itu untuk pelaku akan tidak bisa meninggalkan Kota Cirebon. Obyek wisata pun kami akan jaga seperti Supermarket, Balai Kota, PDAM, BI Cirebon dan lainnya, ” paparnya. 

Menurut Adi Vivid Pilkada Jawa Barat ini diprediksi berlangsung tegang karena berdekatan dengan Pilkada DKI lalu dan Pilkada Jawa Barat menjadi barometer dalam Pemilu 2019. Peta zona akan diketahui setelah sudah ada penetapan bakal calon Wali Kota dari KPU Kota Cirebon.

Adi Vivid juga sudah mempersiapkan personil cyber yang berpatroli di sosial media. Pihaknya akan menindak tegas bagi pemilik sosial media yang sengaja mengadu domba, menghasut, menghina, berbuat SARA dan tidakan lainnya yang melanggar hukum.

” Kami juga akan terjunkan tim khusus yang akan berpatroli di dunia maya atau tim cyber. Jangan sampai mereka sengaja memperkeruh suasana untuk menjadikan Kota Cirebon tidak kondusif, ” tandasnya. 

Sumber : CirebonMedia

To Top