All for Joomla All for Webmasters
Berita

Banjir Di Wilayah Cirebon Terparah Sejak Tahun 2012



Kota Cirebon (89,2 CR) – Banjir yang terjadi beberapa hari lalu di sejumlah wilayah di Kota Cirebon dianggap sebagai banjir terparah sejak 2012 lalu. Banjir diperparah dengan air laut dan sampah yang menumpuk di sungai, akibatnya sejumlah wilayah terendam banjir.

Kepala Kantor Bencana Alam (KBA) Kota Cirebon, Agung Sedijono, menjelaskan banjir yang terjadi merupakan banjir yang parah. Kondisi ini diperparah dengan air laut yang sudah mulai pasang dan akhirnya berbalik. Ditambah dengan perlambatan saluran air dan sungai akibat sampah yang bertumpuk. Akhirnya air meluap ke pemukiman penduduk. Sedangkan tahun lalu banjir hanya terjadi di Kelurahan Drajat.

“ Pernah terjadi dengan skala relatif sama sekitar 2012 lalu. Intensitas hujan yang cukup tinggi di Wilayah III Cirebon menyebabkan sejumlah daerah tergenang. apalagi Kota Cirebon daerah hilir, menanggung beban saluran air yang juga berat,” ungkap Agung, Selasa (13/2/18).

Banjir yang terjadi beberapa hari lalu menurut Agung tersebar di beberapa titik di Kota Cirebon. Namun wilayah terparah ada di dua Kelurahan, masing-masing di Kelurahan Kalijaga, Kecamatan Harjamukti dan Kelurahan Pekiringan, Kecamatan Kesambi. Ketinggian air di rumah warga yang ada di Kelurahan Pekiringan bahkan ada yang mencapai 2 meter.

KBA Kota Cirebon, lanjut Agung sudah melakukan tindakan penanggulangan bencana saat banjir menerjang wilayah Kota Cirebon. Saat mendung ,petugas mereka kerahkan di sejumlah titik untuk memantau kondisi air. Jika terjadi bencana, mereka pun tanggap dengan mengerahkan pasukan dan peralatan yang dimiliki untuk membantu warga yang terkena bencana.

Saat ini, pihaknya bersama dengan kantor kelurahan tengah memvalidasi ulang korban yang terkena dampak banjir. Validasi ulang dibutuhkan agar nantinya santunan yang diberikan dari Pemerintah Daerah Kota Cirebon tepat sasaran untuk korban yang terdampak banjir di Kota Cirebon.

Sumber : CirebonMedia

loading…



To Top